Sejarah Pusaka Keris

  • 2 min read
  • Mar 03, 2020
Table Of Content [ Close ]

Keris

Sebenarnya asal-usul keris masih belum jelas asal mulanya, penulis hanya sedikit menguraikan tentang asal mulanya munculnya pusaka keris. Keris merupakan senjata orang jaman dulu keris merupakan senjata tikam golongan belati dengan banyak fungsi budaya yang di kenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Dengan bentuknya yang unik dan mudah dibedakan, ciri-ciri keris diantaranya berbentuk simetris,bilahnya berkelok-kelok, dan kebanyakan memiliki pamor, dan terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.

Keris tersebar hampir diseluruh Nusantara yang pernah terpengaruh oleh Kerajaan Majapahit, seperti Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatra, Kalimantan bagian pesisir, sebagian wilayah Sulawesi dan juga sempai ke wilayah Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan. Di setiap daerah keris memiliki ciri khas masing-masing dalam penampilannya seperti fungsi, teknik garapan, serta peristilahan.

Dahulu kala keris berfungsi sebagai senjata dalam peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajen . Pada masa kini, keris digunakan sebagai benda aksesoris dalam berbusana kegiatan acara adat dan pergaulan dalam komunitas perkerisan nusantara yang memiliki simbol budaya, menjadi benda koleksi, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya. Keris Indonesia sekarang ini telah terdaftar di Uneco sebagai warisan budaya dunia sejak tahun 2005.

Asal usul

Yang pertama kali membuat keris belum sepenuhnya terjelaskan karena tidak ada data tertulis yang sesuai dengan deskriptif dari masa sebelum abad ke 15, meskipun penyebutan istilah keris telah tercantum pada prasasti dari abad ke-9 masehi. Diperkirakan asal mula penyebutan kata keris merupakan singkatan bahasa Jawa dari gebag gebog kang bisa ngiris, dalam kamus bahasa indonesia berarti benda berliku-liku yang bisa membelah sesuatu. Kajian ilmiah perkembangan bentuk keris kebanyakan di dasarkan pada analisis figure di relief candi atau patung. Sementara itu, pengetahuan mengenai fungsi keris dapat dilacak dari beberapa peninggalan dan laporan-laporan penjajah asing ke nusantara.

Contoh dalam pengetahuan perkerisan jawa, keris dari masa pra-kediri-singasari dikenal sebagai “Keris Buda” atau “Keris Sombro”. Keris-keris ini tidak berpamor dan sederhana. Keris Buda dianggap sebagai bentuk pengawal keris modern. Keris untuk masyarakat kebanyakan di tempa dari bahan besi atau bahan baja biasa. Beda dengan keris yang di miliki para kesatria dan bangsawan, hanya logam terbaik yang dicampur untuk bahan dasarnya. Perlu diketahui ada beberapa keris yang terbuat dari batu meteorit yang memiliki kandungan titanium yang tinggi.

Keris bisa dikatakan sebagai produk seni tempa dan seni pahat yang kaya akan nilai filosofis. Walaupun banyak yang bilang keris memiliki kandungan mistik, padahal keris merupakan seni budaya adiluhung karena bisa dikaji dan dipelajari secara rasional.

Generasi penerus

Dengan mengenalkan keris kepada generasi muda, maka akan membuka wawasan dan semangat kejayaan kepribadian bangsa masa silam untuk dijadikan cerminan kegemilangan pada masa mendatang. Selaku generasi penerus, sepatutnya kita menyukai budaya bangsa sendiri. Kekayaan budaya indonesia yang begitu banyak sehingga tidak tertandingi dengan budaya bangsa mana pun di dunia ini. Karena demikian berharganya, sungguh tidak ada harga yang bisa membuatnya setara.

Bukan hanya leluhur jawa yang mewariskan keris kepada generasi berikutnya. Hampir semua suku di tanah air juga punya senjata pusaka yang menjadi ciri jati diri bangsa. Demikian artikel singkat ini, apabila ada kesalahan dalam penyebutan nama atau isi dari artikel ini, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply